Seven Key Characteristics of Future Leadership for Sustainable Natural Resources Management

Hardin
Hardin • 9 April 2022
0 comments
3 likes

NOTE: This post has been translated below.


Tujuh Kunci Karakter Kepemimpinan Masa Depan untuk Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Tujuh kunci karakter kepemimpinan masa depan untuk pengelolaan SDA berkelanjutan yang didapatkan selama mengikuti proses Program Bekal Pemimpin UID secara online dan offline. Pertama, Pemimpin masa depan ternyata membutuhkan keterbukaan untuk melakukan perubahan yang massive pada setiap sektor yang digeluti sebagai kontribusinya untuk merubah alam dan manusia lebih baik. Bukan hanya itu, penting juga adalah komitmen harus selalu melekat pada setiap pemimpin masa depan sebagai agen perubah diri sendiri, keluarga dan lingkungannya serta dunia. Keterbukan dan komitmen adalah sebuah kunci pemimpin masa depan yang harus dilahirkan. Semoga melalui Program Bekal Pemimpin bisa terlahir.

Kedua, ada empat faktor kunci  yang bisa menjadi motor penggerak dalam mencapai level berkelanjutan. Pertama, Terapan Ilmu pengetahuan dalam membuat setiap regulasi dan kebijakan. Kedua, Selalu memperhitungkan manfaat ekonomi dan biaya dalam melakukan implementasi program. Ketiga, Peran kelembagan harus clear dan proporsional serta professional. Keempat, Ada aturan dan aturan tersebut harus ditegakan. Selain itu, dalam mencari pokok permasalahan harus menggunakan teori gunung es yaitu menggali informasi mulai dari dasar, kolom dan permukaan sumber masalah sehingga jelas apa yang mau diintervensi dan tepat dan mendapatkan Win win solution.

Ketiga, Masyarakat Hukum Adat (MHA) adalah Modal Kunci Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut Berkelanjutan. MHA didefinisikan sebagai sekelompok orang yang secara turun-temurun bermukim di wilayah geografis tertentu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya ikatan pada asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan tanah, wilayah, sumber daya alam, memiliki pranata pemerintahan adat, dan tatanan hukum adat di wilayah adatnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam MHA bisa menjadi ruang kontribusi dan peran dalam pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.

Keempat, mendengarkan itu nikmat. Belajar mendengarkan satu sama lain dengan memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk memberikan cerita atau gagasan dan sebaliknya akan membantu memahami makna. Selain itu, mendengarkan seolah-olah menjadi pemilik ceritanya sehingga masuk dalam bingkai percakapan sehingga nikmat mendengarkan. Kunci lainnya adalah membuka diri untuk mendapatkan masukan dan kepentingan orang lain yang mungkin tidak sepaham, biarkan mengalir bagaikan air sungai dan akan ada saatnya kita memberikan tanggapan yang sesuai, pilihlah waktu yang tepat hingga terasa nikmat.

Kelima, sebuah langkah merubah organisasi menjadi lebih baik adalah membangunan kesadaran kolektif. Membangun sebuah kesadaran kolektif untuk bisa merubah paradigma Ego-ral (Egoisme-Sektoral menjadi Eko-ral (Ekosistem-Sektoral) artinya Kita tinggalkan perasaan egoisme atau kepentingan sendiri atau kelompok dan mari kita membangun kesadaran untuk melihat kepentingan bersama dan ekosistem bersama sebagai sebuah kesatuan yang saling mendukung dan menguatkan untuk mencapai tujuan.

Keenam, kunci perubahan adalah dimulai dari diri sendiri menjadi teladan. Setiap individu harus bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan harus mampu mengevaluasi diri untuk perbaikan sikap. Dengan banyak mendengan dan banyak melakukan akan memberikan pesan positif dan contoh bagi orang sekitar kita. Selalu melakukan sharing pengetahuan dan informasi pada dunia sekitar kita. Menjadi bagian dari perubahan dengan merasa bertanggung jawab dalam kehidupan social (Social Responsility/SR). Selalu melakukan hal-hal sederhana namun bernilai lebih dikomunitas kita dengan slogan; “Just Do It The Better Things”. Artinya jangan malu melalukan kebaikan sebagai orang pertama dan terakhir, lakukan lah semampunya dan kapan saja.

Ketujuh, salah satu kekuatan pembangunan berkelanjutan adalah Kearifan Lokal (Local Wisdom). Local Wisdom Power (LWP) atau The Power of Local Wisdom bisa menjadi kekuatan baru untuk mencapai tujuan pembangunan keberlanjutan. Nilai-nilai kearifalan lokal yang sudah lama dimiliki oleh nenek moyong kita dimana didokumenkan dan dilestarikan melalui Masyarakat Hukum Adat (MHA) bisa dinternalisasi diera modern dengan dukungan kebijakan pemerintah. Melalui transformasi pengetahuan ke pada generasi muda tentang nilai kearifan local akan menjadi modal kunci dalam perubahan mindset, prilaku dan moral peduli terhadap perubahan yang lebih baik.

Dengan demikian ketujuh highlight diatas akan menjadi pengingat pembelajaran buat saya dan mungkin buat orang lain. Terkadang kita perluh menjadi orang lain untuk merasakan dan memahami apa yang dirasakannya dan dialaminya sehingga bisa menjadi cerminan diri dan referensi perbaikan yang alami. Melihat orang sebagai diri sendiri selalu punya nilai walaupun hanya sebutir pasir. Jangan berhenti belajar dari alam sekitar, jangan berhenti menulis dari apa yang dirasakan dan jangan berhenti berbagi dari apa yang telah didapatkan. Alam Semestra adalah Holding Space dan ruang pembelajaran yang terus memberikan nilai dan tiada akhirnya.


Seven Key Characteristics of Future Leadership for Sustainable Natural Resources Management

Seven key characters of future leadership for sustainable natural resource management that are obtained during the online and offline UID Leaders Training Program process. First, future leaders need openness to make massive changes in every sector they are involved in as their contribution to changing nature and humans for the better. Not only that, it is also important that commitment must always be attached to every future leader as an agent of change for themselves, their families and their environment and the world. Openness and commitment are the keys for future leaders to be born. Hopefully through the Leadership Training Program can be born.

Second, there are four key factors that can be a driving force in achieving a sustainable level. First, applied science in making regulations and policies. Second, always take into account the economic benefits and costs in implementing the program. Third, the role of the institution must be clear and proportional and professional. Fourth, there are rules and these rules must be enforced. In addition, in finding the main problem, one must use the iceberg theory, namely digging information from the base, column and surface of the source of the problem so that it is clear what is to be intervened and is right and gets a win-win solution.

Third, Indigenous Law Communities (MHA) are the Key Capital in Sustainable Management of Coastal and Marine Natural Resources. MHA is defined as a group of people who have lived for generations in certain geographical areas in the Unitary State of the Republic of Indonesia because of ties to ancestral origins, strong relations with land, territory, natural resources, have customary government institutions, and customary law order in the country. customary territory in accordance with the provisions of the legislation. The values ​​of local wisdom that exist in MHA can be a contribution and role in sustainable and equitable development.

Fourth, listening is delicious. Learning to listen to each other by giving the other person the opportunity to share stories or ideas and vice versa will help understand meaning. In addition, listening seems to be the owner of the story so that it is included in the conversation frame so that it is enjoyable to listen. Another key is to be open to getting input and the interests of others who may not agree, let it flow like river water and there will be times when we give an appropriate response, choose the right time until it feels good.

Fifth, a step to change the organization for the better is to build collective awareness. Building a collective awareness to be able to change the Ego-ral paradigm (Sectoral-Egoism to Eco-ral (Ecosystem-Sectoral) means we leave feelings of egoism or self-interest or group interest and let's build awareness to see common interests and the shared ecosystem as a unified whole. support and strengthen each other to achieve goals.

Sixth, the key to change is to start with yourself being an example. Each individual must be able to become a leader for himself and must be able to evaluate himself for attitude improvement. By listening a lot and doing a lot will give a positive message and an example for those around us. Always share knowledge and information with the world around us. Be a part of change by feeling responsible in social life (Social Responsibility/SR). Always do simple things but have more value in our community with the slogan; "Just Do It The Better Things". This means don't be ashamed to do good as the first and last person, do it as best you can and anytime.

Seventh, one of the strengths of sustainable development is Local Wisdom. Local Wisdom Power (LWP) or The Power of Local Wisdom can be a new force to achieve sustainable development goals. The values ​​of local wisdom that have long been owned by our ancestors which are documented and preserved through the Customary Law Society (MHA) can be internalized in the modern era with the support of government policies. Through the transformation of knowledge to the younger generation about the value of local wisdom, it will be a key asset in changing mindsets, behavior and morals to care for better changes.

Thus the seven highlights above will be a learning reminder for me and maybe for others. Sometimes we need to be someone else to feel and understand what he or she is feeling and experiencing so that it can be a reflection of ourselves and a natural reference for improvement. Seeing people as yourself always has value even if it's just a grain of sand. Don't stop learning from the world around you, don't stop writing from what you feel and don't stop sharing from what you've got. Alam Semstra is Holding Space and space learning that continues to provide value and has no end.

Be the first one to comment


Please log in or sign up to comment.